Minggu, 12 Juni 2016

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH



ا عوذ بالله من الشطان الر جىم , بسم الله الر حمن الر حيم                 



Sesudah itu ada yang berkata kepada Abu Hasan :


" Di dalam hatinya memang ada keduniaan , tetapi untuk memberi nafkah pada keluarganya , saudaranya atau bagi orang yang lainnya yang lazim diberi nafkah. Nah ! Bagaimana kalau demikian ? " 


Beliau lalu berkata :


" Demi Allah , orang-orang ahli ibadah ( ahli tariqah )  banyak yang rusak itu tiada lain sebabnya , hanyalah karena di dalam hatinya merasa senang berkecukupan ( Seraba cukup / komplit ). Demi Allah , tiada tuhan melainkan  Dia , saya sungguh mengerti bahwa orang yang demikian itu di dalam hatinya sudah kemasukan oleh kemewahan dunia , lalu kemewahan itu dibagi-bagikan kepada yang telah ditentukan oleh Allah.Tetapi kedunian yang telah masuk ke dalam hatinya itu bias menjadi penghalang yang dapat memutuskan hubungan antara dia dengan Allah Ta’ala "



( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 17 )



Masih mengenai betapa tercela dan dicelanya oleh Agama apabila seseorang membawa atau menyimpan atau meletakkan hal-hal keduniaan di dalam hatinya.Karna dunia itu letaknya di zahir , di luaran dan bukan di dalam , maka kita harus pas meletakkan sesuatu hal sesuai tempatnya.



Sifat tercela seperti pelit , bakhil , atau kikir untuk mengeluarkan harta di jalan Allah itu sudah pasti muncul dan ada di dalam hati seseorang yang meletakan dunia di dalam hatinya.Dan juga sifat tercela lainnya juga mengikut  seperti malas beribadah , baik yang wajib apalagi yang sunnah-sunnah , takut akan kematian , terbawa arus dunia , lupa dengan Allah dan sebagainnya , yang hanya diawali dengan satu hal , yakni MELETAKKAN KEDUNIAAN DI DALAM HATI.



Semua sifat tercela itu adalah najis , namun letakkanya di dalam.Sama ibarat najis yang ada di badan jasad kita , ia akan menimbulkan berbagai penyakit jika tidak dibersihkan.Sama jua yang ada di bathin , jika tidak dibersihkan akan menimbulkan berbagai penyakit yang tercela lainnya jika tak segera dibersihkan . Jika najis yang ada di zahir , tempat dimana manusia memandang kita saja langsung kita bersihkan , bagaimana dengan najis yang ada di bathin tempat dimana Allah memandang kita ? ....... Dan bagaimana setiap hari kita bercermin megawasi wajah jasad kita jikalau saja ada kotoran menempel , hingga membuat kita tidak hasem lagi dipandang manusia ... bagaimana dengan wajah bathin kita yang setiap saat ALLAH MEMANDANG KITA ? Apakah sudah kita cermini dan kita bersihkan ?.....oh , penyakit apa yang ada di bathinku ? Ria kah ? somobong , ujub , hubbuddunya kah ?............marilah merenung wahai saudaraku..............



Dan tak ada udzur alasan apapun jua yang menjadi dibolehkannya memiliki sifat tercela di bathin , sebagaiman penjelasan di atas , walau pun mencari nafkah sekalipun ..... lalu menjadi pertanyaan pula , Berarti tidak boleh mencari nafkah kalau begitu ...? SALAH ! Mencari Nafkah untuk keluarga itu wajib khusus lagi kepada kepala rumah tangga , silahkan mencari nafkah yang sesuai aturan yang benar menurut agama Islam yang haq , yang tidak boleh itu adalah MENCARI NAFKAH SAMBIL MELETAKKAN KEDUNIAAN KE DALAM HATI .............Silahkan mencari nafkah atau menacri hal duniawi , namun JANGAN DILETAKKAN KE DALAM HATI.



Maka pahamilah hal ini dengan baik......




Wallahu Warasuuluhu a'lam




Rabu, 01 Juni 2016

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                  


Pembaca yang seiman ! 


Yang dimaksud dengan perkara keduniaan di sini ialah menurut sebagian ulama adalah : Segala sesuatu yang melebihi dari keperluan syari’at ( yang lebihnya dari yang perlu ) . 


Yang Mulia ابو حسن علي بن مزين  Pernah berkata : Seandainya kamu semua menganggap baik bagi seseorang hingga kamu menjadikannya orang yang terpercaya , akan tetapi di dalam hatinya selalu terdapat ( melekat ) rasa cinta terhadap keduniaan , maka Allah tidak memperdulikan ( memperhatikan ) orang itu.


Maksudnya dia di hadapan Allah tak ada harganya.




( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 16-17 )



Sudah dijelaskan pada bahasan terdahulu bahwa betapa tercelanya dan najisnya sifat cinta dunia yang mana Allah sangat membenci orang yang demikian sifat terdapat dalam hatinya , sampai Ibadah pun tak diterima Allah dari seseorang jika memiliki sifat ini di hati.



Lalu kita tanyakanlah kepada diri sendiri..... apakah di hatiku ada sifat cinta dunia ? ..... Dan anda sendirilah yang bisa menjawabnnya dengan jujur . Maka jika ada segelarah bertaubat dan carilah obat dari penyakit ini , karna penyakit hati itu semuanya mematikan , mematikan di dunia dan pasti lagi di akhirat , kalau penyakit HIV adalah hanya dapat membunuh manusia yang hidup di dunia , lalu setelah meninggal tak akan ada lagi HIV di dalam kuburnya.Adapun Sifat tercela itu sudah menyiksa kehidupan manusia di dunia , maka di akhirat terlebih lagi siksa Allah menunggu karna Allah tidak Ridha manusia memiliki sifat tercela di hatinya , jika ia tak sempat taubat dan memperbaiki bathinnya selama hidup di dunia.



Oleh itu jika kita merasa dengan jujur menjawab memilikinya , maka sekali lagi segeralah bertaubat , minta ampunan dan perbaikilah jalan hatimu , karna maksiat dosa di bathin itu 2x lipat besar dosanya dari maksiat di zahir , karna bathin adalalah tempat Allah memandang makhluknya.



Dan yang dimaksud perkara dunia itu oleh SEBAGIAN ulama adalah yang berlebihan dari yang cukup , apabila kita mencintainnya , maka itulah sudah sebagian tanda yang nyata penyakit ini sudah terinfeksi di bathin kita , jika tak sempat taubat dan memperbaiki sebelum meninggal , maka lihatlah Allah nanti melebur sifat tercela ini dengan Siksaan Api Neraka.......Naudzubillah min dzalik'



Dan apalah arti hidup kita ini jika tak ada nilainnya sedikitpun di sisi Allah ? .....
sedangkan kita dicipta Allah hidup di dunia ini adalah tujuannya untuk mengabdi dan mencari Ridha Allah........Namun jika memiliki sifat ini di bathin , di hadapan Allah saja tak ada nilainnya , yakni di anggap Allah tidak ada sama sekali , jauh dari Allah memandang , lalu bagaimana mau Mengabdi dan mendapat Ridha Allah ?...........
Apalah arti Shalat 5 waktu kita , Puasa , Zakat , Hajj dan umrah sedang sifat ini ada di hati ?..Hanya lelah yang di dapat dan ketertipuan , bahkan ujungnya mendapat siksa ?...............



Sedang sifat ini sudah hampir-hampir melekat pada setiap manusia di akhir zaman ini , maka barangsiapa sempat taubat dan memperbaikinya , maka ialah orang beruntung.



Wallahu warasuuluhu a'lam

Senin, 16 November 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                

 oleh karna inilah seorang Ulama (Aulia) oleh Abu Sufyan Ats-tsauri berkata :



 “ Seandainya ada orang beribadah kepada Allah dengan menjalankan perintahnya , akan tetapi dia masih senang hatinya pada perkara keduniaan maka pastilah akan diumumkan kepada semua makhluk pada hari kiamat nanti di padang mashyar . “ Ketahuilah ! Sesungguhnya orang ini anak si fulan (disebut nama bapaknya) , Pada waktu di dunia senang sekali kepada yang dibenci oleh Allah , ialah segala sesuatu yang menjadi kesenangan hidup di dunia “ . 



Apabila nanti sudah diumumkan demikian , hampir-hampir daging yang ada pada wajahnya terkelupas , karena sangat malunya


(KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 16)



Mengnai cinta pada keduniaan lebih lagi cinta dan senang pada perkara maksiat dan keduniaan , bahwa Imam Sufyan Atssauri berkata , beliau adalah seorang Aulia Allah , bahwa nanti dipadang mahsyar seorang yang cinta pada keduniaan itu di DALAM HATI , walaupun dia ta'at menjalankan kewajiban perintah Allah di dunia , namun hatinya masih cenderung senang pada keduniaan yang dibenci oleh Allah , maka di padang mashyar namanya akan disebut serta nama bapakanya



Maka diumumkanlah dihadapan seluruh manusia , disebut namanya dan nama bapaknya , bahwa si orang tersebut Senang pada perkara keduniaan yang pada hakikatnya semua di dunia ini adalah dibenci oleh Allah



Maka pada saat itu pula kulit wajahnya terkelupas , karena menanggung rasa begitu Malunya , karena yang berkumpul dipadang mashyar itu adalah seluruh Makhluk , mulai dari Nabi Adam sampai manusia terakhir



Oleh itu , buanglah rasa senang apalagi cinta pada dunia di DALAM HATI ! Ingat ! Di dalam hati , bukannnya di zahir badan , agar di hati bersih yang kotoran cinta dunia ini hilang , yang membuat sifat terpuji masuk satupersatu dan agar kita tidak terkena bunyi riwayat di atas yang mana kita menanggung rasa malu dihadapan seluruh makhluk Allah nanti ....





Wallahu Warasuuluhu A'lam

Senin, 09 November 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                



Pembaca yang Seiman ! 



Ketahuilah oleh kita semua ! Hendaklah kita selalu bertaubat benci kepada apa saja yang menjadi kesenangan hidup yang diinginkan oleh hawanafsu dalam dunia ini dengan mengikuti  Allah.Karena sesungguhnya Allah menciptakan dunia ini tak mau melihatnya disebabkan kebencian terhadap apa saja yang menjadikan kesenangan hidup di dunia ini.Oleh itulah Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam bersabda (artinya) :



 “ Cinta terhadap harta benda dan kedudukan (Kemuliaan) itu dapat menimbulkan sifat munafik di dalam hati , bagaikan air yang dapat menumbuhkan sayuran “ Al hadis ( Ashabussunan )




( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 15-16 )



Ketahuilah oleh kita semua yang mengaku beragama Islam , bahwa hendaknya kita yang penuh dosa dab lagi Hina ini selalu bertaubat kepada Allah yang salah satunya bertaubat terhadap penyakit bathin CINTA DUNIA dengan melatih membuangnya pelan-pelan agar penyakit Hubbuddunia ini hilang dari hati kita.Dan ketahuilah jua bahwasanya Penyakit najis maksiat bathin Cinta Dunia ini adalah merupakan awal dari munculnya berbagai sifat tercela lainnya , oleh itu agama sangat Melarang yang namanya cinta dunia ini dan kita di Wajibkan dan bukan sunnah , untuk melatih membuangnya di bathin jika ada agar hilang dan jauh dari sifat itu.



Dengan hilangnya sifat Cinta dunia itu jika terus dilatih , maka akan muncul Sifat mulia yakni Benci terhadap dunia , yakni sifat ini letaknya di hati bukan di zahir luar.Dengan timbulnya sifat Benci terhadap dunia , maka Ibadah pun akan tenang dan damai , Menuntut ilmu dan mengerjakan kewajiban lainnya bahkan sunnah-sunnah Rasul jadi rajin dan jauh dari Rasa malas , serta juga akan menimbulkan berbagai sifat terpuji muncul di bathin




Allah dan Rasul nya sangat membenci dunia , dalam artian Cinta tidak ada rasa Kasih dan Sayang terhadap berbagai arti keduniaan , karena dunia ini tempat Najis Kotoran Maksiat bertebaran , oleh itu Wajib untuk membencinya di bathin , ingat ! Di bathin dan bukan di zahir




Sebagai mana Perkataan Nabi Shallahu Alaihi Wassalam bahwasanya Cinta dunia itu akan menumbuhkan Sifat Nifaq atau Munafik di dalam hati , seperti Ibarat Air yang disiramkan lalu menumbuhkan sayuran.Oleh itu buanglah pelan-pelan dan latih agar sifat tercela ini jauh dari bathin agar kita menjadi Hamba yang benar-benar Hamba Allah yang Beriman bukan dimulut saja , namun meresap ke dalam-dalam serta agar kita tidak termasuk golongan orang-orang Munafik yang mana Nar nya terletak paling Bawah dalam Neraka , Naudzubillahi min Dzalik......




Wallahu Warasuuluhu A'lam

Senin, 02 November 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                  


Dan pula anggota badannya yang telah melakukan ma’siat masih baik tidak dirusak dengan bermacam bala dan musibah , sebab setiap anggota yang selalu ma’siat ini sangat tepat/berhak untuk ditimpa bala bencana




( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 15 )



Selain bersyukur setelah dapat hidayah untuk tidak melakukan ma'siat yang lebih banyak , maka juga kita WAJIB dan bukan Sunnah untuk bersyukur dibidang anggota badan yang pernah melakukan ma'siat tersebut



Karena Alhamdulillah , Allah Ta'ala tidak menimpakan azab kepada anggota badan yang melakukan ma'siat tersebut , dan Sangat Berkah Allah menimpakan Bala kepada anggota yang melakukan ma'siat itu , lalu kita disuruh bersyukur karena Allah masih Maha Pemurah kepada kita



Syukur Alhamdulillah , Allah tidak mencabut ni'mat melihat ku dengan membutakannya karena mata ku suka melihat yang haram dan sekarang aku Taubat , Alhamdulillah 



Dan kiaskanlah dibidang lainnya , tangan tidak dicacatkan Allah , telinga tidak dibutakan dan sebagainnya
itulah bukti Allah Maha Pengampun dan Maha Pengasih , dan sekali lagi padahal Allah sangat berhak mencabut ni'mat anggota badan yang melakukan ma'siat itu , Sangat Pantas dan Sangat Berhak




Wallahu Warasuuluhu A'lam


Kamis, 22 Oktober 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم             



Apabila dia mengetahui dirinya masih bergumal dengan kemaksiatan , maka hendaklah dia bangkit dalam menyesalinya dan minta ampun kepada Allah Ta’ala dengan segera.Kemudian lalu bersyukur padanya.Karena dia tidak tidak ditakdirkan untuk menjalankan maksiat selamanya/menjalankan maksiat yang lebih banyak daripada yang telah dilakukan



( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 15 )




Apabila seseorang yang Muslim ini sudah merenungi dirinya dalam proses awal taubat , merenungi dirinya masihkah melakukan maksiat atau berkurang atau malah bertambah dalam melakukan kemungkaran yakni pelanggaran terhadap hukum Allah yang haq



Apabila ia mendapati dirinya masih berkecimpung banyak dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah , misalnya masih suka membuka aurat dan sebagainya , maka segeralah Bertaubat dengan taubat sebenar-benar taubat , sebelum waktumu habis hidup di dunia , karena kita tak tahu Allah akan mencabut nyawa kita dengan segera di kala itu



Taubat dengan sungguh pastinya tidak mengulanginya lagi , baik dalam keadaan suka atau pun duka , dalam keadaan lapang ataupun susah , dia tetap kokoh untuk tidak melakukan maksiat tersebut dan selagi ia terus bertaubat minta ampun dan menambah taubatnya itu , maka inilah yang disebut "Taubat" dalam Islam.Bukan hanya istigfar namun kemaksiatan dijalankan terus , maka ini bukan taubat namanya....



Dan apabila ia berhasil dengan pelan-pelan melatih dirinya bertaubat dengan taubat yang benar seperti di atas , maka juga disuruh dan Wajib bersyukur kepada Allah , karena Tidak ada yang bisa Memberi petunjuk dan Hidayah dalam hati Insan manusia kecuali Allah Azza wa Jal , selain Allah maka itu hanya perantara saja , hakikatnya Allah jua yang menghendaki ...oleh itu di suruh Wajib bersyukur , bayangkan saja jika Allah menakdirkanmu untuk terus melakukan maksiat , tak merasa berdosa saat melakukan maksiat ...maka kau tahu sendiri akhir perjalanan hidupmu nanti apakah Akan bahagia atau akan penuh dengan Siksa....Maka bersyukurlah kepada Allah dengan syukur yang baik dan benar



Wallahu Warasuuluhu A'lam

Kamis, 15 Oktober 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                 


Dengan jalan Ikhlas , ataukah belum melaksakan atau prai semuanya.Bilamana dia telah melihat/meneliti seluruh anggota badannya selalu ta’at atau sebagian dari anggota itu sudah mulai ta’at kepada Allah , maka hendaklah dia bersyukur selalu pada Allah dengan baik.Dan janganlah selalu menganggap dirinya selalu orang yang ta’at kepada Allah.



( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 14 )




Hendaknya kita si Hamba Allah yang lemah dan Hina ini selalu meneliti , kemana kita menjalankan ni'mat Allah yang diberikan Nya ini , Apakah kita jalankan ke arah yang sudah benar dalam aturan , ataukah malah dijalankan/digunakan menuju arah yang dimurkai oleh Allah.Baik ni'mat itu adalah Harta , jabatan , anak , isteri , dan sebagainnya dan lebih lagi Ni'mat anggota badan yang Tiada duanya ini.Apakah ada di dunia ini manusia yang paling pintar pun , atau profesor dari negara adidaya yakni Amertingka , yang bisa membuat yang sama dengan ciptaan Allah khusus di bidang Anggota tubuh ? TAK ADA SATUPUN ! oleh itu kita orang yang mengaku beriman dan hamba Allah Ta'ala , Selalu mensyukurinya dan jangan dikufuri ! karena semua ni'mat yang Allah berikan itu akan dipertanggungjawabkan , walau pun hanya sehelai rambut !



Apabila kita yang punya tangan , kaki , mata dan sebagainya sudah meneliti dan menela'ah ni'mat anggota badan kita sendiri , maka kita akan tahu , apakah kita sudah menjalankan/menggunakan ke arah yang sudah benar yang diperintah Allah atau malah ke arah yang salah yang dimurkai oleh Allah ...maka itu semua kita sendiri yang bisa menjawabnya setelah melakukan renungan dan penelitian tersebut....



Jikalau dalam penelitian tersebut kita temukan bahwa anggota badan kita sudah mulai ta'at , yakni dijalankan dan digunakan kepada jalan yang benar , maka Syukurilah dengan baik , yakni benar.Misalnya kita punya mata yang dulunya suka menatap yang bukan mahram , selalu melihat yang diharamkan oleh hukum agama , lalu sekarang sudah mau menutup mata dan tak melihat hal demikian lagi dan sudah juga mulai mau digunakan untuk melihat KEBESARAN Allah yang nampak di hamparan bumi ini , maka syukurilah dengan benar , karena itu merupakan ni'mat pula bisa menggunakan apa yang diberikan Allah ke jalan yang disuruh oleh Allah , maka sungguh beruntung ia karena betapa banyak orang yang diberi ni'mat oleh Allah , malah membawa ia ke dalam jurang api NARKA nya Allah...Dan kiaskanlah ke dalam hal lainnya




Sedang jika dalam penelitian tersebut malah kita temukan bahwa anggota badan kita tidak bahkan tak mau ta'at , maka Taubat dan latihlah mulai sekarang agar si anggota badan mau ta'at , karena hukumnya ni'mat Allah itu akan membawa dan menjerumuskanmu ke dalam kesesatan jika engkau tak mau dan bisa menjalankannya ke arah kebenaran ! Oleh itu latihlah ia , misalkan saja kakimu , mudah ia berjalan ke tempat maksiat ,ke tempat yang diharamkan oleh Allah...Maka ketahuilah hakikatnya ni'mat Allah itu akan menuntunmu ke lembah Api siksa , dan kisakanlah ke hal lainnya




Wallahu Warasuuluhu A'lam






Senin, 07 September 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                


Pembaca yang Seiman ! Hendaklah menjadi perhatian kita semua , kita sebagai hamba Allah hendaknya setiap  pagi dan petang selalu meneliti/menela’ah seluruh anggota lahir dan bathin.Adakah anggota itu selalu menjaga hukum-hukum Allah atau melanggarnya , Adakah anggota itu melaksanakan apa yang diperintahkan , Misalnya menjaga penglihatan mata dari yang diharamkan , menjaga telinga , tangan , kaki , perut , hati dan lain-lainnya.


( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 14 )



Hendaklah dan bahkan dianjurkan sangat bagi orang Muslim untuk setiap harinya meluangkan waktu untuk menerungi dirinya , Siapa dirinya dan untuk apa ia diciptakan ? Hal seperti ini sangat perlu direnungi agar membawa diri pada keinsafan diri jiwa lahir dan bathin



Hendaknya setiap Sore atau akhir dari hari itu digunakan untuk menerung , luangkan waktu dan hentikan aktivitas dunawi , Untuk apa ni'mat yang diberi Allah ini aku gunakan hari ini ? Apakah untuk ta'at atau bahkan maksiat pada Allah ? Sudahkan ni'mat yang Allah berikan ini padaku aku Syukuri ? Atau bahkan akau Kufuri ?



Dan juga gunakan Awal dari siang dan akhir dari siang dan awal dari Malam dan akhir dari malam untuk merenung , Taubat , yakni pada Sore dan Tengah malam , untuk Ibadah dan tafakkur merenungi diri , karena Hidayah dan petunjuk serta Hikmah takkan datang jika dirimu tak merenung , yakni merenung yang disuruh agama , bukan merenung yang bukan-bukan apalagi masalah dunawi ....



Gunakan dan bahkan dianjurkan dari beberapa hadis serta perkataan Ulama , bahwa sore dan pagi itu untuk Istigfar



Sangat pas sore itu dugunakan untuk merenung , Apa dan kemana aku gunakan Mata yang milik serta pinjaman Allah ini aku gunakan ? Tangan , apakah kugunakan untuk ta'at atau bahkan memegang yang mengarah pada kedurhakaan pada Allah ? Mata , apakah kugunakan untuk keta'atan atau bahkan kugunakan untuk memandang ke arah keharaman ? Kaki , apakah kugunakan untuk melangkah pada keta'atan pada Allah atau melangkah menuju kemaksiatan ?...dan seterusnya



Semua ini tak lepas dari Syukur ni'mat , Apabila semua pemberian Allah itu kau gunakan pada arah kesyukuran yakni Keta'atan , maka beruntunglah kamu.Namun , jika kau gunakan ke arah kekufuran yakni kemaksiatan , maka Celaka dan bahay besar bagimu , Siksa Allah menunggumu.Maka itu , sangat dianjurkan untuk merenung Tafakkur diri di sore hari dan pagi hari , agar tahu dimana kemana aku menggunakan ni'mat Allah ini , apabila benar dan pas menggunakannya , maka bersykur dan beruntunglah kamu , namun apabila tersalah , maka cepatlah Taubat dan Istigfar , karena jika kau tersalah lalu tak sempat taubat , maka Kufur dan celakalah kamu......



Wallahu Warasuuluhu A'lam

Senin, 31 Agustus 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                   


Pembaca yang Seiman ! Jelaslah ayat Allah ini dapat dimengerti , bahwa Allah selalu memerintahkan kepada Rasulullah Shalallahu Alahi Wassalama dan seluruh ummatnya (beliau) agar selalu bertaubat.Oleh karena inilah imam Ali Al-Khawas berkata (artinya) : “ Barangsiapa selalu tetap lurus dalam taubatnya dan zuhud dalam perkara dunia , pastilah terlipat kedudukan dan perilaku yang baik-baik “



( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 14 )



Pada bahasan sebelumnya sudah dibawakan sebuah ayat yang tersebut bahwa Allah Ta'ala menyuruh agar kita semua ya'ni Ummat Nabi Muhammad khususnya untuk lurus dalam taubat ya'ni Istiqamah dalam taubat dan terus menerus memperbaharui taubat , sebagaimana yang diperintahkan pada Ummat sebelumnya , jadi Ummat sebelum kita pun juga sudah diperintahkan bertaubat sebagaimana manusia pertama pun , Yakni Nabi Adam Alaihissalam bertaubat pada Allah.



Imam Ali Al Khawas berkata yang maksudnya bahwa siapapun yang selalu lurus dalam taubatnya , yakni Istiqamah dan terus menerus memperbaharui taubat , baik taubat secara pengakuan atau pun hal yang di taubati , juga Zuhud pada Dunia , maka pasti dan bukan Insyaallah , maqam keududukannya di Sisi Allah akan meningkat ya'ni naik dan perilaku Amal Shalehnya pun juga meningkat yakni bertambah , misalnya yang dulunya tak shalat Tahajjud,Dluha dsb lalu setelah ia bertaubat dengan taubat yang sebenarnya seperti bahasan yang sudah lewat , maka dengan sendirinya di dalam hatinya pun dengan mudah Untuk melakukan amal Shaleh yang dulunya malas atau bahkan ia acuhkan.



Mengenai zuhud di atas , sudah juga pada bahasan sebelumnya yang bisa kita lihat di artikel sebelum-sebelumnya , bahwa Zuhud dalam artian Cinta dan kasih pada hal dunawi tidak ada , itulah arti Zuhud , Dan Zuhud ini pun sifat terpuji yang Mahal dan tak semua orang bisa memilikinya , ini langsung diberikan Allah kepada Hambanya yang ia mau , tentunya si hamba pun latihan yakni Riyadah dan Mujahadah untuk mendapatkan sifat tersebut.



Wallahu Warasuuluhu A'lam

Rabu, 26 Agustus 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                



Oleh sebab ini Allah berfirman kepada Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalama pada satu riwayat ini hadis qudsi , dan ada lagi yang mengatakan hadis biasa serta ada lagi yang mengatakan Qur’an , Walahu A’lam. (artinya) “ Hendaklah kamu selalu tetap lurus ( di dalam taubat ) sebagaimana telah diperintahkan , dan orang-orang yang bertaubat bersamamu “ ( Al hadis , Al ayat )



( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 13-14)


Masih berkenaan dengan taubat dan khususnya istiqamah dan tetap kokoh dalam taubatnya , artinya bertaubat lalu tak mengulang melakukan dosa tersebut , yakni dosa yang sudah ditaubati



Dalam satu riwayat , banyak pendapat mengatakan riwayat ini , yakni ada yang mengatakan Hadis qudsi , yakni Firman Allah yang diwahyukan melalui malaikat jibril , namun itu bukan ayat Al-Qur'an dan tidak bisa dijadikan bacaan saat shalat , dan hadis qudsi ini derajatnya lebih tinggi dari hadis nabawi biasa.Dan juga ada yang mengatakan ini hadis biasa yakni hadis nabawi , dan juga ada yang menagatakan ini ayat Qur'an , Wallahu A'lam



Isi riwayat tersebut sebagaiamana bunyi di atas , bahwa Alah menyuruh kita untuk tetap lurus , yakni Kokoh , Tetap , Teguh , Istiqamah dalam taubat yang dilakukan ,bagaimana pun halangan rintangan yang menguji kita , tapi kita harus disuruh tetap kokoh dan teguh dengan ujian tersebut dan jangan sampai terjerumus pada lubang yang sama , karena orang yang sudah taubat dari suatu perbuatan maksiat atau kedosaan atau kedurhakaan kepada hukum Allah dan lalu ia melakukan hal itu lagi , maka tiada lain sama hal nya orang yang dulu berjalan lalu terperosok ke dalam lubang , dan lalu ia melewati jalan itu lagi , namun ia terjatuh di lubang yang sama



Dan taubat ini sudah diperintahkan sejak zaman awal manusia , sebagaimana yang telah lewat bagaimana Nabi Adam Alaihissalam bertaubat setelah melakukan maksiat dengan hawa dengan melakukan hal yang dilarang Allah , lalu mereka dibuang ke alam Bumi dunia ini , dan lalu mereka lansgung bertaubat kepada Allah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an pada Surah Al-A'raf




Wallahu Warasuuluhu A'lam





Senin, 17 Agustus 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                  



Imam Muhammad bin Anan juga berkata : “ Barangsiapa tetap dalam taubatnya dari bermacam maksiat , maka dia dapat lebih meningkatkan taubatnya dari setiap perkara yang tidak ada gunanya.Sebaliknya barangsiapa tidak bisa tetap lurus dalam taubatnya , maka tidak bisa merasakan bau taubat dari perbuatan yang sia-sia dan omong kosong.Dia pun tak kuasa menjaga keinginan ( Hasrat) hatinya yang berbahaya selama-lamanya , bahkan dia pun akan tenggelam dalam keinginan/hasrat kemaksiatan sampai dalam shalatnya “


( KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm13 )



Alhamdulillah , dengan berbagai cobaan dan keterbatasan , serta hanya dengan pertolongannya lah kami bisa menulis dan melanjutkan bahasan artikel Kitab yang berguna ini


Masih mengenai taubat dan terkait pada bahasan sebelumnya , dan seorang Imam berkata seagaimana di atas bahwa , Barangsiapa / siapapun yang tetap , yakni Istiqamah dalam taubatnya dari berbagai kesalahan atau pelanggaran atas Hukum Agama yang Haq , maka ia akan bisa melanjutkan atau meningkatkan pada Taubat dari berbagai perbuatan yang Sia-sia , yakni tiada lepas dari hal perkara yang Dibolehkan yakni Mubah , maka ia perlahan akan bisa berhenti melakukannya dan hanya melakukan pekerjaan Ibadah saja lagi , yakni perbuatan yang bermanfaat,



Dan adapun orang yang sebaliknya , yakni yang tak Istiqamah dalam taubatnya , maka ia yakni taubatnya hanya akan menjadi sia-sia saja , ibarat membangun rumah , setelah dibangun lalu dihancurkan lagi , lalu dibangun lagi , lalu di hancurkan lagi , maka apakah ia akan menjadi rumah yang kokoh dan dapat ditempati ?



Dan orang yang tak Istiqamah dalam taubatnya ini pun tak akan merasakan Buah Taubat yang sebenarnya , ia berkata "Saya Taubat dan itu sungguh menenagkan saya...." namun disis lain ia tak Istiqamah dalam taubatnya , misalnya ia sudah taubat dari Judi,Membuka aurat,Makan yang haram ...lalu ia melakukan itu lagi , nah seperti inilah orang yang tak istiqamah dalam taubatnya , maka taubat yang ia rasakan hanya omong kosong belaka !



Dan orang yang tak mau latihan serta sungguh dalam bertaubat secara tetap dan lurus , yakni Istiqamah , maka ia tak akan pernah dapat yakni kuasa melawan bisikan hatinya yang Buruk dan rendah untuk melakukan Pelanggaran serta kemaksiatan kepada Allah.Dan juga sudah pasti , Shalatnya tak akan pernah Khusyu...



Oleh itu , Taubat lah secara Istiqamah , jangan Abal-abal dan Taubat maksiat , itu hanya menjadikan dirimu orang yang rugi.Latihlah Istiqamah dalam Taubat mu yakni dengan cara sekuat tenaga tidak melakukan sedikitpun kemaksiatan dan pelanggaran yang sudah kau taubati , dengan cara apapun , dan terus lah tuntut ilmu agama yang Haq , agar derajat Taubatmu terus meningkat



Wallahu Warasuuluhu A'lam

Selasa, 04 Agustus 2015

KITAB NASHAIHUDDINIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                



Pembaca yang Seiman ! Oleh karena ini Ulama berkata dan menganjurkan agar selalu taubat.Sebab bilamana seseorang telah menyeleweng dari taubatnya , maka penyelewengan itu akan menarik di dalam setiap kedudukan ( Maqam) sesudahnya.Hingga jadilah bangunan kedudukan lemah/rapuh.Sebagaimana seorang membangun dinding rumah dengan batu bata yang kering tanpa perekat.



(KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 12-13)


Para Ulama yang haq , yakni Ulama yang benar dan alim zahir dan bathinnya , selalu menganjurkan untuk bertaubat , taubat dan taubat , kapanpun dan dimanapun , terlebih di tempat yang banyak membuat dosa baik pandanga , pendengaran , mulut dan sebagainya


Bagaimana untuk selalu taubat ? Yakni mengekalkan Istigfar , kapan pun dan dimanapun , agar selalu taubat dan bathin kontak Kepada Allah , baik Istigfar yang panjang atau pun yang pendek yang kita telah ketahui semua.Bagi orang yang pemula bertaubat , maka istigfar ini harus dikekalkan , agar menepis dan membuang pelan-pelan kotoran bathin yang terdahulu mauapun yang seakarang , karena orang yang baru taubat itu pasti masih banyak ilmu yang ia tahu dan ketahui , sehingga ia banyak tersalah , sedang dosa-dosa sebelumnya pun yakni sebelum ia taubat juga menjadi kotoran di hati , oleh sebab itu disuruh mengekalkan istigfar terus menerus , yakni mengekalkan Taubat.
Jikalau taubat yakni istigfarnya hanya dalam hitungan tangan atau di hiutng2 dengan target , maka itu hanya akan sia-sia, kita ilmiahkan , misalnya Taubat/Istigfar adalah ibarat sapu debu , dan Dosa adalah debunya , lalu debu ini sebelum disapu sudah banyak di atas tv , sedang tiap waktu debu ini terus bertambah dan sapu debunya pun ibarat hanya bisa menyapu 3cm debu , namun tiap hari debunya bertambah 10cm , apakah debunya akan hilang jika hanya sekali sapu ? TIDAK ! oleh sebab itu disuruh mengekalkan istigfar agar kotoran hitam yang menutup hati sedikit demi sedikit Hilang


Dan Taubat terus menerus ini pun selain mengekalkan istigfar juga shalat taubat di amalkan , disamping usaha menuntutu ilmu untuk mengurangi kesalahan.Taubat juga menjadi alat perisai dan pelindung kita agar tidak melakukan kesalahan lagi yakni Penyelewengan Taubat, yakni mengulang kesalahan.Karena setiap Kita taubat,maka maqam kita yakni tingkatan kita di sisi Allah juga naik , namun apabila tidak dijaga maka akan jatuh ke bawah kembali , ibarat bangunan dinding rumah yang terbuat dari bata kering dan tanpa perekat,maka kita sudah tahu sama dengannya apa ? Pastilah akan Roboh kembali ! Hancur dengan hanya sekali tiupan


lalu apakah perekat taubat ? iya dengan amal-amal kebajikan yang lain dan menuntutu Ilmu agama agar Tahu kesalahan dan kejahilan kita , disamping mengamalkan ilmu yang sudah tahu dan juga mengekalkan taubat itu sendiri , jangan taubat hanya sekali atau dua kali , namun kekalkan dan jadikan Wiridan kebiasaan ! Sama ibarat debu tadi , yang di sapu hanya 3cm namun disamping itu debunya terus bertambah 10cm , maka sapulah terus dan jangan mengulang dosamu kembali , yakni terjerumus ke dalam lubang yang sama , Sudah tahu salah dan taubat , kenapa diperbuat lagi ? Janganlah menhulangi perbuatan dosa yang telah kau taubati , jangan lagi terperosok pada lubang yang sama ,Sungguh , orang yang jatuh pada lubang yang sama itu sangatlah Bodoh dan Hina !



Wallahu Warasuuluhu A'lam

Jumat, 31 Juli 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH


ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم             



Imam Ghazali juga berkata tentang zuhud seperti kata beliau , Artinya : Beramal Zuhud itu ialah : agar kamu meninggalkan Keduniaan , sebab pengertian dunia itu adalah Hina kalau di banding dengan keramaian /keindahan/keni’matan Akhirat.Zuhud bukannya meninggalkan keduniaan dan mengorbankan harta benda karena pemurah,kecendrungan Hati dan Tama’.Karena itu semua hanyalah merupakan adat kebiasaan baik dimana tidak bisa dimasukkan ke dalam Ibadah



(KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 12)



Masih mengenai Makna dan arti zuhud yang sebenarnya , yakni sang Hujjatul Islam , Al imam Ghzali Rahimahullah berkata bahwa yang artinya arti beramal Zuhud atau arti Zuhud itu adalah Agar Hatimu,Bathinmu,Dirimu meninggalkan keduniaan dan isinya keseluruhan Bathinmu hanyalah Akhirat.Sebab Bathinmu jika bersih maka bisa meninggalkan keduniaan dan isinya , namun Zahir badan mu tidak bisa meninggalkan dunia , karena engkau masih hidup.


Zuhud itu letaknya di hati ! Ingat ! Di hati dan bukannya di zahir ! Zuhud adalah perasaan hati yang jauh dari keduniaan dan selalu cenderung pada akhirat , karena hakikatnya bahwa Dunia ini pasti Hancur dan sudah pasti Hina,kotor,penuh dengan Kemaksiatan,Kedosaan dan sedang Akhirat , di sana penuh Kemuliaan,Keindahan,Keceriaan apabila di Dunia pas menjalani dengan aturan Agama dan di sana Tidak ada Satu pun Kemaksiatan Terjadi ! Penuh dengan Kemuliaan


Sedang arti Zuhud dari zahir badan ini seperti hidup tidak mewah,Menghabiskan harta semuanya untuk dikorbankan dan sebagainya yang sejenisnya , itu tidak bisa dijadikan patokkan ia dikatakan Zuhud ! Karena banyak sekali orang yang Kaya yang Zuhud , lebih lagi di Zaman salafusshalih Seperti Imam2 dahulu.Sebab,Zahir itu hanyalah sebagai hiasan , bisa saja orang yang menyumbangkan hartanya misal 1 M , karena ia hanya ingin kekuasaan,Simpati oleh orang seperti yang terjadi sekarang sebelum PILKADA , supaya ia dipilih orang dan bisa mencapai kekuasaan , Bahkan hal seperti ini Jelas diharamkan karen ada Riya,Ujub dan lagi tidak Ikhlas , jadi tidak Zuhdu Namanya.

Jadi Zahir tidak bisa dijadikan literatur ukuran bahwa seseorang itu zuhud , namun ia hanya sebagai penghias buah dari Bathinnya yang zuhud , dan ingat sekali lagi ! Letak Zuhud itu di Bathin !



Wallahu Warasuuluhu A'lam



Senin, 25 Mei 2015

KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH

ا عوذ بالله من الشطان الر جىم ,  بسم الله الر حمن الر حىم                


Pembaca yang Seiman !


 Perlu diketahui ! apa arti Zuhud ? Zuhud ialah suatu perasaan yang dapat menghilangkan kecintaan hati pada apa yang menjadi kepentingan duniawi , sebab pikiranna semua tercurah/Terarah untuk mencari keridha’an Allah Ta’ala semata.Atau dengan kata lain selalu memikirkan nasibnya kelak diakhirat nanti.



(KITAB NASHAIHUDDIYNIYYAH , hlm 12 )


Dengan Taubat , maka akan melahirkan Sifat terpuji juga yang salahsatunya adalah zuhud.Taubat juga merupakan sifat terpuji , karena tidak semua orang mendapatkan sifat Taubat ini pada dalam diri seseorang.


Mengenai zuhud ,pengarang membahaskan sekelumit tentang pengertian zuhud ini , yakni suatu perasaan di bathin/hati seseorang yang menghilangkan rasa cinta pada keduniaan,baik bendanya atau pun kepentingan duniawi oleh karena hatinya hanya tertuju pada Allah semata , Hidupnya , matinya , setiap gerak tingkah lakunya semata karena Allah , dan selalu memikirkan bagaimana nasibnya kelak di akhirat , dikubur nanti , karena kita semua pasti mati kan ? Adakah di antara kita yang hidup selamanya ? ....



Dengan katalain semua sifat terpuji itu saling keterkaitan , takkan ada Zuhud tanpa Ikhlas , dan takkan ada ikhlas tanpa Taubat.Memang , bahasan sifat terpuji ini dengan bagaimanapun bahasnya tetap tak akan pas dibahaskan , jika tidak dirasakan sendiri oleh masing-masing , oleh karena petunjuk Allah jua lah kita mendapatkannya


Contoh zuhud saja ialah , Misalnya kita sedang bekerja untuk mencari nafkah , bahkan sedang sibuk-sibuknya , Namun tiba-tiba adzan berkumandang, Jika orang ini Zuhud pasti ia akan langsung meninggalkan pekerjaan duniawinya untuk melaksanakan kewajiban yang menunggunya , yakni Shalat , walau pun sesibuk dan bahkan sedang rapat pun tetap ia tinggalkan , karena ia diberikan Allah sifat Zuhud di hatinya.Sedang orang yang tak memiliki sifat zuhud maka ia pasti akan menunda-nuda shalatnya , atau bahkan lagi meninggalkannya , dengan berbagai macam Alasan , sedang tanggung lah atau yang lainnya. Nah inilah contoh kezuhudan yang tampak secara zahirnya , namun masih banyak lagi contoh yang lainnya




Wallahu Warasuuluhu A'lam


Next Post Home