Sabtu, 24 Februari 2018

Perjuangan mendapat ilmu




       Sesuatu yang mahal itu pastilah sulit didapat , apalagi kemahalan itu dalam rangka kebenaran,pastilah lebih sulit lagi,...Sedang benda yang mahal didalam keduniaan saja begitu susah payah.



Sungguh arti keberhasilan dalam memiliki ilmu itu bukan hanya sekedar dimiliki dan tahu,namun bermanfaat dan dapat membawa orang lain berada dalam jalan yang terang dan bersih



Jika berpatokan hanya sampai hal yang didapat,maka kebanyakan orang pasti mendapatnya.Yang dimaksud di sini adalah hal yang khusus,ilmu yang khusus,bukan sekedar didapat,namun dapat membawa manfaat,manfaat yang haq seperti halnya ahli-ahli ilmu dulu



Maka berjuanglah ! Ikhlaskan niatmu karna Allah....tiada setitik juapun selain Allah dalam tujuanmu







Senin, 04 September 2017

We Are Santri





Dipersiapkan bukan hanya untuk tujuan dunia semata,namun berkepanjangan sebagai pemandu dan pembimbing ummat,manusia yang berkualitas dunia akhirat dalam hidup berbangsa dan bernegara,sebagai contoh suri tauladan yang indah kepada manusia yang lainnya


-

Hati kami dilatih menjadi hati yang fleksibel menerima kebenaran,meletakkan berbagai sifat terpuji di bathin.Karna terjun kepada ummat itu bukan hanya fisik saja,juga mental...Sama halnya zahir,juga bathin yang bagus.Sedang pendidikan bathin sebagaimana di Ma'had itu takkan kau temui di sekolah umum apapaun , di Universitas apapun , hanya di Ma'had/pondoklah kita akan menemuinya


-

Betapa banyak orang yang sukses,kaya,terkenal dan sebagainya yang hatinya tidak tenang .. atau bahkan anda sendiri ? Maka disinilah kami di didik untuk itu , Kaya ataupun miskin,terkenal ataupun tidak,yang mana dalam kondisi apapun hati kami tetap Istiqamah , tetap tak berubah hingga menimbulkan ketenangan dan kejernihan berfikir , karna kami sangat mengenal apa itu arti Sabar,Qana'ah,Zuhud,Wara' yang sebenarnya , bukan seperti apa omongan orang-orang yang tak belajar dan mendalaminya dengan seksama



-

Jiwa kami siap berkoban,berkorban yang sebenarnya (Ikhlas),mengabdi kepada Ummat,bangsa dan negara.


-

Jika kalian tanya rasa Nasionalisme kami maka jawabannya adalah sudah dibuktikan oleh pendahulu-pendahulu kami pada masa merebut kemerdekaan,dan sekarang , kami.. Kami isi kemerdekaan itu untuk menyelamatkan rakyatnya dari jurang kesalahan , kami jadikan diri kami sebagai alat,sebagai wasilah kepada bangsa dan negara ini untuk kejayaannya,kebenarannya di mata dunia dan di jalan akhirat



-

Namun , walau perjuangan kami kurang diapresiasi sebagaimana para orang-orang lulusan yang bergelar di depan atau dibelakang namanya , tapi kami tak mengharap itu sebagaimana yang mereka harapkan , mengapa ? Jawabnya sudah terera di atas , karna kami belajar bukan untuk uang , harta pangkat atau jabatan , namun hanya mengharap Ridha Allah semata



-

Dan satu lagi,jikalau ada oknum2 yang berpakaian seperti kami,namun ia gunakan semua itu untuk suatu tujuan,untuk suatu kepentingan dunia pribadinya,maka ketahuilah bahwa mereka bukan bagian dari kami,mereka adalah penipu yang ulung yang ditakutkan oleh panutan kami Sayyidina Muhammad Shallahu alaihi wassalam dan sahabat-sahabatnya dulu....




Wallahu warasuuluhu a'lam

Rabu, 30 Agustus 2017

Liburnya santri





Gunakanlah liburmu untuk mencari pengalaman yang bermanfaat , menambah wawasan atau bahkan bisa menambah qias dalam ilmu mu !

Jangan liburmu hanya berlalu begitu saja , kau lalui waktu dgn tidur , santai , rame-rame yang semuanya itu hanya berlaku dan dirasa seklias saja.Jika kau sudah selesai , maka selesai pula lah rasa itu

Namun jika kau perbuat untuk menambah pengalaman yang bermanfaat , sampai tua pun kau akan mengenangnya , menambah wawasan pengetahuan dan ilmu mu , apa yang belum kau ketahui selama di dalam pondok lalu kau ketahui , menjadi sebuah renuangan saat kau kembali masuk ke dalam pondok nanti

Jadilah santri/santriah yang bermartabat ! Jangan mau menjadi manusia rendahan di masyarakat ! Tinggikan muru'ahmu karna ilmu yang kau tuntut dan miliki adalah ilmu yang tinggi !

Belum semua orang bisa menuntut atau bahkan memilikinya , hanya manusia yang mendapat Hidayahlah yang dapat memiliki dan menuntutnya ! Kalianlah sebenarnya pemuda penerus bangsa ! Jangan kau rusak masa-masa kalian saat menuntut dgn hal-hal yang buruk , gunakan masa menuntut sebaik mungkin untuk menambah ilmu dan pengalaman ! Jangan kau sia-siakan wahai pemuda gudang ilmu agama

Wallahu warasuuluhu a'lam

Jumat, 02 Juni 2017

Ramadhan Al Mubarrak



Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah , ampunan dan kebebasan bagi orang yang memgerti dan menjiwai akan hal itu



Abu Hurairah RA , telah berkata Nabi Shallahu alaihi wasallam : " Awal bulan ramadhan adalah rahmah , pertengahannya adalah maghfirah dan akhirnya adalah 'itqun minannar' ( pembebasan dari api neraka ) " Al hadits




Telah berkata syaikhuna Abdul Wahid HAZ Albanjari : " Bulan ramadhan ini adalah bulan penuh barakah , bagi orang yang beruntung dan tidak semua orang mendapatkannya.Tujuan Hadits bukan untuk semua orang/umum , melainkan bagi orang-orang tertentu yang bisa memanfaatkan waktu di bulan ini , penekanan ibadah sangat dikhususkan pada bulan ini , waktu siang malam untuk ibadah , agar dapat mendapat keistimewaan dan kelebihan dari bulan ini , bukan untuk semua orang , tapi khusus orang2 tertentu saja . Dan ini sangat jarang dijelaskan oleh orang....

Dan telah berkata pula Nabi Shallahu alaihi wassalam , bahwa saat itu malaikat jibril berkata bahwa sungguh rugilah orang yang saat habis bulan ramadhannya namun dosa-dosanya tiada diampuni oleh Allah , maka nabi mengaminkan pertakaan sayyidina Jibril 



Namun di bulan ini Allah juga sangat nampakkan , mana orang yang merugi dan mana orang yang beruntung , semua itu bisa kita rasakan pada diri masing2 , termasuk dari manakah aku dari 2 golongan di atas ? Bisa kita jawab dengan ilmu dan diri kita masing2 ... apakah di bulan Al Mubarrak ini kita disibukkan beramal pada akhirat ? Atau malahan disibukkan Allah dengan perkara dunya ? Sibuk ibadah ,mengaji ,shalat ,merenung menuntut ilmu ? Atau malah sibuk tidur ,menonton tv , di pasar , di pusat2 perbelanjaan ?



Dan mudah-mudahan , di bulan ini dengan berkat niat , berkat bulan ramadhan Al mubarrak , berkat guru-guru , berkat Rasulullah shallahu alaihi wassalam , Allah melimpahkan segala keutamaan itu kepada diri kita dan termasuk golongan orang2 yang beruntung ... Amiiin , Amiin ya Rabbal Alamin...



Wallahu warasuuluhu a'lam



Sabtu, 03 September 2016

Lalai



فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” al ayat (QS. Al Baqarah) 


Hari demi hari terus berjalan , masalah demi masalah akan selalu dihadapi , karna kita hidup di dunia , alam percobaan Allah dan alam usaha Hamba Nya untuk mendapat Ridha sang Rabbul Alamin.

Berbagai permasalahan yang kita jalani inilah yang sering membuat kita lalai , yang pada akhirnya membuat hati semakin tebal dindingnya dan keras , hingga jauh dari agama dan fokus pada dunia.
lalai seperti apa ? Lalai untuk mengingat Allah , seolah-olah hidup ini hanyalah ia yang merencanakan , lupa bahwa Allah sudah menentukan Qada dan Qadar nya sebelum ia hidup lahir kedunia.


Permasalahan dunia inilah pula yang menjadi ujian Iman oleh Allah kepada hambanya , apakah hambanya ingat ataukah lalai saat ditimpakan permasalan, kelalaian inilah yang membuat hati menjadi lelah dan sakit saat menatap dunia , padahal Allah tiada menyuruh untuk menatap dunia dengan hawanafsu yang pada akhirnya membawa lalai/lupa mengingat Allah.


kadangkala diri sering melamun , melamun bukan untuk merenungi diri dengan Allah , namun melamun diri menghadapi permasalahan dunia....Padahal kadangkala yang melamun ini pun sudah berlajar Ilmu Tauhid , namun itulah pula Arti tiada semua orang yang diberi Allah petunjuk , walaupun yang sudah belajar sekalipun , Nah , apalagai yang tiada belajar agama?......


من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama “ al hadits

Lalai mengingat Allah merupakan salahsatu sifat tercela dan dicela dalam agama Allah , dicela oleh hukum agama yang haq serta dicela pula oleh Allah dan RasulNya.Mengapa ? Karna dengan lupa kepada Allah lah seorang hamba lupa bahwa ia seorang hamba dan lupa bahwa ia mempunyai Tuhan , dimana ? di dalam HATI ! 


Dengan lupa kepada Allah lah hakikat iman menjadi musnah , mudah bermaksiat , sulit menerima kebenaran , hati menjadi keras dan Iman menjadi mati.Dalam ilmu dan oleh ulama Tauhid , lupa sedetik dengan Allah saja sudah dihukumi syirik , bahkan pada hakikatnya kafir.Na'udzubillah.


Pada saat lupa dengan Allah , pada hakikatnya jiwa kita yang sebenarnya mati , lalu lah kita hanya berpegang kepada syari'at , lupa Tawakkal , lupa Ikhlas , Sabar Ridha dan lainnya , oleh sebab itulah hati menjadi sakit dan lelah , karna hanya penyakit yang kita punya sedang obatnya tak dipakai , sedang penyakitnya terus bertambah banyak


Dengan lupa kepada Allah , sifat tercela mudah masuk kedalam hati , hingga membuat hati menjadi penuh dengan penyakit sampai komplikasi penyakit hati , dan sering kita rasakan hati serasa disayat dan pedih sampai ke dalam , mengapa ? Padahal tidak ada yang menusuk dengan pisau ataupun parang ? padahal tiada ada yang memukul ?......Disinlah diri yang berakal dan mau berpikir menjadi takjub , betapa indah Rahasia kerohanian Allah ........ 


jawabannya tiadalah mau panjang lebar , yang pada initnya sama dengan zahir badan jasad , jika badan panas serasa tiada enak badan , maka tanda apakah itu ? tanda ada penyakit !...
Nah, begitulah pula hati , merasa tidak enak dan sakit , tanda ada........?
Namun yang jadi masalah adalah saat jasad mempunyai peyakit demam , sakit tenggorokan , TBC , DBD dan lainnya maka kita langsung berobat dan mendatangi dokter , tak dihiraukan berapa jauh jarak , berapapun biaya dan sepahit apapun obatnya , pasti akan dijalani untuk kesembuhan jasad ini...... Tapi ketika hati penuh dengan penyakit Sombong , Ria , Tama' , Cinta Dunia , lalai , mengapa tak mau mengobati ?

Padahal , jasad pasti akan hancur saat sudah di dalam kubur , sedang Hati/Bathin/Roh itulah yang pasti akan menghadap Allah ............




Wallahu Warasuuluhu A'lam



Senin, 18 Juli 2016

Perjuangan dengan Mujahadah



PERJUANGAN merupakan suatu tindakan untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan.Takkan ada kemenangan/kebahagiaan tanpa perjuangan.Untuk mencapai suatu kebahagiaan baik kebahagiaan diri ( sehat , kaya , afiah , dsb ) bermacam perjuangan dilakukan , mulai dari menjaga diri , bekerja dengan keras , dan yang lainnya , hingga kebahagiaan dalam artian umum itu tercapai.Dan ini masih terlepas bagaimana mengunakan kebahagiaan itu kepada jalan yang benar , sedang berjuang mendapatkannya pun sudah begitu payah , dan jika tersalah dalam menggunakan kebahagiaan itu maka akan berakibat fatal selamanya , karna semua kebahagiaan datangnya dari Allah , jika tiada Allah inginkan kepada kita , walaupun berjuang sekuat tenaga maka takkan kita dapatkan.Kita hanya berusaha/berjuang,Allah lah yang menentukan hasilnya.


Dalam perjuangan pastilah ada halangan/tantangan/rintangan , jika tidak ada maka itu bukan perjuangan namanya.Lelah , Payah , Cacian , perlawanan dari orang lain itu sudah biasa dalam perjuangan.


Untuk mendapat keberhasilan dunia saja butuh penuh perjuangan , padahal keberhasilan dunia ini hanyalah sementara , belum lagi jika menggunakannya salah seperti tadi maka tambahlah diri menjadi bangkrut.Nah , apalah lagi jika ingin mendapat kebahagiaan akhirat penuh ni’mat yang tak dapat digambarkan,lagi kekal abadi selamanya ?.......sedang untuk dunia yang sementara ini saja begitu sulit dan berat , penuh keringat dan keluh kesah ?.....disinilah manusia banyak lalai dan tidak sadar.


Untuk dunia begitu kita serius dan fokus,namun saat untuk akhirat agama malah santai dan lalai,dianggap remeh serta biasa , namun saat ditanya , mau masuk syurga atau neraka ? Ia menjawab : “ pastilah syurga “…….tiada malu kah diri ini?


Marilah merenung kawan , disinilah dunia dimana tempat kita berjuang untuk kebahagiaan kesuksesan akhirat , bukan disediakan Allah untuk mengumpul menumpuk harta di dalamnya , bukan jua untuk mengejar dan mengais pangkat gelar dan jabatan , namun untuk Beramal dan Berjuang agar mendapat kebahagiaan akhirat . adapaun pekerjaan , kekayaan itu disuruh hanyalah secukupnya saja , jika berlebih maka kembali dijalankan kepada jalan Allah.


Bagaimanakah diri ini ketika ditanya oleh Allah nanti menjawab , saat Ilmu masih kurang untuk beramal , saat hati masih penuh Kotoran bathin , namun saat itu malah sibuk mengejar dan menumpuk harta , sedang kewajiban Fardhu ain untuk memperbaiki diri malah ditinggalkan , Apa jawabanmu kelak ?...Tiada malu dirimu saat ini , Allah memberi mata , telinga , kaki , rumah , udara untuk mu pribadi  , namun saat disuruhnya untuk mengerjakan kewajiban berjuang memperbaiki diri , malah kau tinggalkan dan mengerjakan hal yang tiada diwajibkannya ?.......


Betapa sombong dan congkak diri seperti itu , malah apabila nasehat datang kepadanya ia menolaknya denga angkuh dan sombognya , ia terus mencari dalil dan cara supaya apa yang ia lakukan menjadi benar , padahal sudah jelas salah menurut pandangan agama yang haq , maka tiada malu kah diri ini ?


“ Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang (berjuang) , niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Al ayat ( At taubah : 38-39 )




MUJAHADAH yang artinya secara garis besar adalah bersungguh.Maksudnya adalah bersungguh dalam berjuang untuk mencapai kebenaran,hingga pada akhirnya mendapat keni’matan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.
Kata Mujahadah jika ditafsirkan lebih dalam adalah berjuang dengan sungguh menuju Allah melalui aturann-aturan dan cara-cara yang sudah ditetapkan,namun kita tiada membahas itu , yang kita bahas adalah perjuangan secara zahir dalam hal beragama untuk menjadi seorang hamba Allah yang benar-benar hamba , bukan hamba yang kufur dan penuh kesalahan yang tiada mendapat Ridha Allah.
Kesungguhan pastilah akan membuahkan kepuasan , terlebih sungguh dalam berjuang , terlepas dari hasilnya sesuai atau tidak dengan yang ingin dicapai , namun apabila sudah dijanjikan , maka itu menjadi nilai tambah dalam semangat perjuangan.


Yang dimaksud semua ini adalah Perjuangan dengan Sungguh dijalan Allah , bukan hanya berjuang/berjihad dengan senjata seperti sekarang , BUKAN ! Buka dan kembangkanlah pikiranmu wahai saudara , yang namanya jihad itu bukan hanya dengan senjata saja , namun luas , bisa dengan harta , pikiran , tenaga , hati , nasehat dan sebagainnya yang mana kesemuanya bertujuan untuk agama Allah , maka itu artinya kita Berjihad di jalan Allah.Berjuang dengan Sungguh dalam hal ini adalah kewajiban yang disuruh Allah.Juga termasuk perjuangan menuntut Ilmu agama , berjuang dengan sungguh memperbaiki diri , jika tidak begitu maka dosa akan terus berjalan dalam bidang kewajiban fardhu ain dibidang ini.

Berjuang dengan sungguh untuk memperbaiki diri ini makusdnya iyalah memperbaiki hati dari berbagai sifat tercela , seperti cinta dunia , kasih pangkat jabatan kemasyhuran , sombong , ujub ,bakhil dan yang lainnya.


Betapa banyak sekarang manusia yang lalai akan kewajiban ini , sedang Allah tiada menerima alasan apapun untuk meninggalkan kewajiban ini , sebagaimana firman Allah di atas.


Mengapa yang utama adalah hati ? karna jika hati baik maka baiklah pula jasadnya , sedang jika zahir/jasadnya baik , seperti bertata kerama , pakaiannya bagus dan indah , belum tentulah hatinya baik.

Berjuang dengan sungguh memerangi berbagai kotoran sifat ketercelaan itu dibathin , hingga sifat-sifat tercela itu berganti selama-lamanya dengan sifat Sabar , qana'ah , cinta kesederhanaan , Tawadhu , Zuhud , Wara' yang mana kesemua sifat ini yang disuruh oleh Allah dan Rasulnya , bukan sekedar disuruh tapi Wajib hukumnya , jika tiada memiliki ini maka ia akan berdosa terus menerus , akibat kedosaan itu dapat kita rasakan jika kita tiada memiliki sifat sabar,tawakkal dan lainnya maka diri/hati kita menjadi gelisah dan tiada tenang , sedang apabila seseorang itu memiliki sifat sabar,tawakkal dan yang lainnya , maka hatinya tentram dan damai.

Perjuangan dengan sungguh menuju kebersihan hati itu juga tiadalah mudah , karna buah dan hasilnya pun juga begitu mahal , Mulai dari mengurangi tidur , mengurangi makan , mengurangi bicara dan banyak berdzikir , karna yang kita perangi ini adalah musuh di dalam diri kita yang tidak bisa kita lihat dengan mata zahir kita , jika perjuangan dengan sungguh itu sudah berhasil , maka ia akan merasakan sendiri betapa besar keni'matannya dan keutamaannya yang orang lain tidak bisa merasa , hati menjadi damai dan tentram , jauh dari kegelisahan dan cinta dunia , ibadah penuh kekhusyu'an , hati menjadi terus nyaman menjadikan begitu mudah air mata keluar dan sangat sedikit tertawanya...............huft , begitu indah dan cantik hati seperti ini.



Berjuanglah dengan sungguh , yang pasti perjuangan ini hanya ada selama engkau hidup di dunia , saat di dalam kubur tak ada lagi yang namanya perjuangan , disitu hanya menerima balasan , dan orang yang tak sempat berjuang dengan sungguh untuk memperbaiki dirinya selagi hidup di dunia , bisa dipastikan di dalam kuburnya mendapat penyesalan yang tiada habisnya..


Marilah merenung wahai saudaraku seiman selagi belum terlambat , jika tersalah maka akuilah , dan segera perbaiki diri , Janganlah sekali-kali sombong menolak dan menyanggah pada kebenaran , kesombongan itu tidak akan ada hasilnya apapun , malah akan menambah membinasakanmu.



“ Wahai manusia , sesungguhnya kamu telah beramal dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu , maka pasti kamu akan menemui-Nya “
Al ayat ( Inshiqaq : 6 )



      
Wallahu Warasuuluhu a'lam



Jumat, 01 Juli 2016

Generasi Vaksin



INILAH generasi vaksin yang ada disekitar kita , malas ibadah , malas menuntut ilmu , suka bermain game , disuruh ibadah nanti2 , sex bebas pergaulan bebas dan sebagainya.
Marilah kita tengok kebelakang,belajar sejarah tarikh perjalanan orang-orang dulu.Lihatlah mereka orang dulu yang tak di vaksin , ahli ilmu,ibadah,mengarang kitab/buku,pintar,tiada malas,wara' (berhati-hati) dan bahkan tiada penyakit bukan-bukan seperti sekarang yang menyerang tubuh mereka.


Mengapa ?


Karna mereka Selain belajar dan rajin , yang utama adalah mereka menjaga makanan apa-apa saja yang masuk ke dalam perut mereka , baik orangtua mereka ataupun mereka sendiri ketika sudah baligh/berakal.


Orangtua sekarang sudah berpikir bebas dan instan , ikut orang banyak ( padahal belum tentu orang banyak itu benar ) namun tak meneliti terlebih dulu , apakah ini benar atau salah , apakah ini halal atau haram....orangtua sekarang banyak Acuh !
Memang semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya , namun apakah kau sudah teliti dengan betul-betul teliti?


Jangan bergantung kepada pemerintah/penguasa , terlebih sekarang mereka Terbanyak hanya sibuk memikirkan kekuasaan mereka , cara menambah harta mereka dan sangat jarang memikirkan bagaimana keadaan rakyatnya....Adalah segelintir penguasa yang baik , namun jika dipersentasekan adalah 99 % Penguasa yang salah dan 1 % penguasa yang benar yang memimpin kita sekarang ! Bukalah MATA , TELINGA dan HATI mu , maka inilah faktanya terjadi sekarang di hadapan kita !


Kalau sekedar di internet mah ditipu tulisan artikel pun jadi , tak tahu apa yang dimasukkan ke dalam tubuh anak , tidak palsu pun banyak mudharatnya , apalagi vaksin palsu , yang sekarang banyak tersebar.


Inilah pun jua akhir zaman , siapa yg memiliki sifat wara' (kehati-hatian) maka ia beruntung , karna itu sifat mulia dipuji Allah dan sifat para Aulia Allah.....


Mengenai penyakit anak,sebenarnya jikalau kita menjaga anak terkhusus dibidang konsumsi makanan ke dalam perutnya , maka akan terjaga.Terlebih dibidang halal haram , dan ketahuilah oleh kita ! Bahwa halal haram itu bukan hanya anjing dan babi ! Tapi luas,bagaimana cara mendapatkan makanannya ,uang yg dipakai untuk dibelanjakan,cara jual belinya dan yang lainnya.


Insyaallah jika kita menjaga dan mengawasi makanan yg masuk ke dalam perut anak , maka Allah pun juga menjaga dan mengawasi anak kita dari berbagai penyakit.
Juga diri kita,jika di awasi dgn betul maka apa yg masuk ke dlm perut kita Insyaallah terhindar dari penyakit zahir dan terlebih lagi penyakit bathin.


Nah menjadi renungan pun bagi kita , mengapa diri kita ini sekarang terbanyak mempunyai banyak penyakit hati ? Seperti Ujub , Cinta dunya , Sombong , Merasa hebat , Kikir , Riya , Malas ibadah dan yang lainnya ?....
Jawabnya adalah , mungkin karna yang masuk ke dalam perut kita yang kita konsumsi adalah benda syubhat dan haram , oleh karna kita tiada mau meneliti dan acuh tak tahu menahu barang yang kita masukkan ke dalam perut kita , yang penting gratis , murah , diskon , enak ....Dan akhirnya halal haram yang menjadi patokkan utama menjadi nomer terakhir.Maka jadilah begini...


Adakah zaman dulu yang namanya penyakit ZIKA , MERS , Flu burung , Flu babi ? Mengapa baru-baru ini saja muncul ?.... Maka pahamilah oleh kita , mengapa Allah saat ini berlaku demikian kepada ummat manusia ini terlebih kepada kita mu'min muslim.




Wallahu Warasuuluhu A'lam


Selasa, 21 Juni 2016

Ada apa dengan diri ini ?





Disaat berhadapan dengan manusia , berbicara dengan manusia , bisa tahan badan tubuh ini untuk berbicara berjam-jam dengannya.


Namun saat berdiri berhadapan dengan Allah untuk shalat , 1 jam pun dirasa lama dan lelah , hati jiwa penuh kegelisahan menyuruh untuk berhenti dan menjauh ......


Disaat duduk dalam perkumpulan orang banyak dan membicarakan aib seseorang , telinga ini tahan dan suka dengannya bahkan tahan berjam-jam...


Namun saat duduk di majlis ilmu haq yang membicarakan kebanyakan kesalahan diri di akhir zaman malah panas , jiwa gelisah dan mata mengantuk....namun saat keluar dari majlis perkumpulan ini malah mata menjadi segar dan jiwa menjadi jauh dari bisikkan kegelisahan...


Saat berkomunikasi dengan manusia begitu asyik dan ramenya jiwa ini , namun mengapa saat dengan Allah seolah musuh dan tiada diinginkan ?.... ada apa dengan jiwa ini ?

engkau berbicara dengan Allah , RABB UL ALAMIN , yang menciptakan badan tubuh mu , yang mencipta tangan mulut dan kaki mu serta seluruh yang ada disekitaran mu , namun mengapa kau malas dan gelisah ? tiada kah kau bersyukur kepada-NYA.....


Pastilah ada yang tiada beres dari jiwa seperti ini , hatinya penuh keduniaan , makanannya sembarangan tak mau tahu halal haram , temannya siapapun asalkan rame dsb....itulah kiranya yang membuat jiwa ini seperti itu , yang mana perbuatan itu membuat Allah memasukkan ke was wis an , kegelisahan ke dalam hati orang ini......


jika seperti ini , apakah ibadah bisa diterima ? Sedangkan kita disuruh diwajibkan menghadap kiblat saat ibadah terkhusus lagi dalam ibadah shalat , yang mana kiblat zahir menghadap ke ka'bah dan KIBLAT HATI adalah menghadap kepada ALLAH.......sedangkan hati jauh dari Allah dan bahkan dalam shalat pun masih mengingat dunia yang hina ini ?.....Renungi lah......


Itulah guna hidup yang masih Allah membiarkan kita bernafas walaupun dalam kesalahan sekalipun , Allah menyuruh kita untuk memperbaiki diri dengan menuntut ilmu , tentunya kesalahan diri takkan diketahui tanpa ada ilmu , kita bisa lihat orang awam umum kebanyakan sekarang , merasa benar , acuh dengan agama , ibadah kewajiban disepelekan , kenapa ? KARNA ia tiada ilmu/tahu betapa Besar siksa yang Allah timpakan kepadanya kelak , ia tiada tahu betapa abadi dan ni'matnya syurga itu , ia tiada tahu hakikat dunia yang sebenarnya menipu dan sementara ini...........



Inilah di dunia , selagi masih ada umur , kembalikan lah khittah perjalanan manusia yang kita sandang ini kembali kepada yang benar , bukan terbelok pada tipuan keindahan dunia......Kembali kepada tujuan sebenarnya Allah mencipta manusia ini untuk Mengabdi kepadanya , untuk beribadah , untuk menegakkan agamanya dengan perjuangan Sabilillah , baik harta tenaga pikiran dan lainnya , yang mana jika ada harta berlebih bukan untuk menjadi bahan pameran , untuk di pamerkan kepada manusia....namun digunakan untuk agama Allah , sungguh betapa berat dan pedih nanti bagi orang yang menggunakan Harta yang Allah berikan berlebih malah dipakai untuk bahan per'agakkan/pamer kepada manusia...........




Wallahu a'lam



Rabu, 23 Desember 2015

Jodoh



Sabar dan tenanglah dalam menanti pasanganmu , Allah sudah mempersiapkannya untukmu.
Tenang dan sabarlah jiwa hati ini , Walau pun kau kejar dan kau cari kemana-mana  , namun tiada sesuai dengan keinginan Allah , maka ujung-ujungnya pasti akan terpisah pula 
Kau hanya disuruh Memperbaiki diri agar jodohmu pula juga baik , dengan sabar dan Tawakkal yang memuat ikhtiar , maka jodoh mu yang Allah Ridhai akan datang pula.



Wallahu Warasuuluhu a'lam



Next Post Home